PALU — Pasukan Pramuka kebanggaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Parigi, yang tergabung dalam Pasukan Scout Impeesa, kembali menorehkan jejak prestasi dan pengalaman berharga di ajang kepramukaan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tanggal 5 November 2025, kontingen madrasah ini secara resmi terjun mengikuti perhelatan Kemah Lomba Kreativitas Pramuka - Galang Tegak (KLKP-GT) 2025 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Dalam ajang unjuk ketangkasan ini, MTsN 3 Parigi mengutus kekuatan penuh yang terdiri dari 20 anggota tangguh. Pasukan tersebut terbagi secara proporsional dalam dua regu, yakni Regu Elang dengan 10 anggota putra dan Regu Mawar dengan 10 anggota putri. Pergerakan mereka di lapangan dikawal dan didampingi secara melekat oleh empat orang Bina Damping (Bindamping) yang terdiri dari unsur Ketua Gugus Depan, Pembina Pramuka Putra, Pembina Pramuka Putri, serta Asisten Pembina Putri.

Sebuah momen epik dan membanggakan tercipta pada saat upacara pembukaan KLKP-GT 2025. Di hadapan ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, Scout Impeesa MTsN 3 Parigi tampil memukau dengan memperkenalkan kekayaan identitas budaya lokal melalui Prosesi Adat 'Moibba' khas wilayah Boano.

Dalam prosesi yang disajikan dengan narasi dan koreografi yang tertata apik tersebut, tampak sang putri diusung (dipikul) dengan penuh kehormatan mengenakan pakaian adat kebesaran Boano. Penampilan yang menyedot perhatian ini bukan sekadar unjuk kreativitas lomba, melainkan wujud nyata komitmen madrasah dalam melestarikan, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali warisan tradisi leluhur agar tetap mengakar kuat di dalam jiwa generasi muda.

Kegiatan KLKP-GT25 ini merupakan agenda bergengsi tahunan yang difasilitasi oleh Reka Kerja Racana Universitas Tadulako. Bagi MTsN 3 Parigi, ajang ini merupakan agenda rutin yang pantang dilewatkan. Tercatat, kontingen madrasah ini juga aktif berlaga pada edisi-edisi sebelumnya, termasuk saat perkemahan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Paneki, Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

Selama kurang lebih satu minggu bermukim di tenda, seluruh rangkaian cabang perlombaan dan kegiatan edukatif diikuti dengan antusiasme tinggi oleh Regu Elang dan Regu Mawar. Manajemen kedisiplinan dan pengawasan yang diterapkan oleh jajaran pembina membuahkan hasil positif; seluruh anggota dilaporkan mampu mengikuti kegiatan dengan lancar serta berada dalam kondisi kesehatan yang prima hingga hari terakhir.

Lebih dari sekadar ajang berburu piala, momen berkumpulnya regu-regu hebat dari berbagai penjuru provinsi ini menjadi kawah candradimuka bagi pasukan Scout Impeesa. Mereka menyerap banyak pelajaran, bertukar pengalaman, melatih kemandirian, dan mempererat tali persaudaraan antar sesama pandu.

Sebagai bentuk refreshing sekaligus apresiasi atas kerja keras para anggota usai sepekan digembleng di bumi perkemahan, pihak madrasah tidak langsung memulangkan rombongan. Pasukan Scout Impeesa diajak untuk menikmati city tour mengelilingi ikon-ikon Kota Palu. Rute rekreasi ini meliputi kawasan Kantor Wali Kota Palu, bersantai di area Taman Nasional, dan pada keesokan harinya ditutup dengan menikmati keindahan panorama laut di Taipa Beach. Setelah seluruh rangkaian refreshing ini tuntas, rombongan kontingen MTsN 3 Parigi akhirnya bertolak kembali ke kampung halaman dengan membawa segudang pengalaman yang tak terlupakan.